Gaya Hidup Breaking Featured

Dari Kebersamaan Warga, Bolone Cak To Hadirkan Brewog Audio Meriahkan Karnaval Desa Sukodermo

Share berita ini
Dari Kebersamaan Warga, Bolone Cak To Hadirkan Brewog Audio Meriahkan Karnaval Desa Sukodermo
Dari Kebersamaan Warga, Bolone Cak To Hadirkan Brewog Audio Meriahkan Karnaval Desa Sukodermo
Dari Iuran Warga, Karnaval Desa Sukodermo Diramaikan Brewog Audio

PASURUAN - Ada banyak cara untuk merayakan kebersamaan. Bagi warga RT 04/RW 04 Dusun Krajan, Desa Sukodermo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, salah satunya diwujudkan dengan menyisihkan sebagian rezeki dan bergotong royong untuk ikut memeriahkan Karnaval Selamatan Desa Sukodermo sekaligus menyambut Hari Jadi Kabupaten Pasuruan 2026.

 

Melalui “Bolone Cak To”, warga RT 04/RW 04 sepakat menghadirkan Brewog Audio sebagai bagian dari kemeriahan karnaval. Menariknya, seluruh persiapan dilakukan melalui iuran dan swadaya warga.

 

Tidak ada cerita tentang menunggu datangnya dukungan besar. Semuanya berawal dari obrolan sederhana antarwarga, dilanjutkan musyawarah, kemudian diwujudkan bersama sesuai kemampuan masing-masing.

 

Bagi mereka, swadaya bukan sekadar cara membiayai sebuah kegiatan. Lebih dari itu, swadaya menjadi cara sederhana untuk menjaga tradisi gotong royong yang sejak lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa.

 

Ketua RT 04/RW 04 Dusun Krajan, Cak Tohari, mengatakan keinginan mengikuti karnaval tumbuh dari warga sendiri. Karena itu, konsep yang dibangun sejak awal adalah kebersamaan.

 

“Kami ingin ikut memberikan warna dalam selamatan desa. Alhamdulillah warga menyambut dengan baik. Akhirnya kami musyawarah, iuran bersama dan mempersiapkan semuanya secara swadaya. Tidak harus menunggu semuanya tersedia, yang penting ada kemauan untuk bergerak bersama,” ujar Cak Tohari.

 

Menurutnya, nilai sebuah kegiatan tidak selalu dapat diukur dari besarnya biaya yang dikeluarkan. Ada hal yang jauh lebih penting, yakni keterlibatan dan rasa memiliki dari masyarakat.

 

“Bagi kami, yang paling berharga justru prosesnya. Ketika warga mau duduk bersama, menyisihkan rezeki, memberikan tenaga dan meluangkan waktu, di situlah nilai kebersamaannya,” tambahnya.

 

Iuran Kecil, Semangat Besar

 

Koordinator warga RT 04/RW 04, Mas Ajik, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam persiapan tersebut. Warga mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing, baik melalui iuran maupun dukungan tenaga dan kebutuhan lainnya.

 

“Semua berangkat dari kesadaran warga. Ada yang ikut iuran, ada yang membantu tenaga, ada yang ikut mempersiapkan kebutuhan teknis. Tidak dilihat besar atau kecil kontribusinya, karena yang kami utamakan adalah rasa ikut memiliki,” kata Mas Ajik.

 

Menurutnya, menghadirkan Brewog Audio memang menjadi salah satu daya tarik yang disiapkan. Namun, di balik itu terdapat pesan yang lebih sederhana tentang bagaimana sebuah lingkungan dapat bergerak ketika warganya memiliki tujuan yang sama.

 

Mas Ajik pun menyampaikan sebuah ungkapan ringan yang menggambarkan semangat warga RT 04/RW 04.

 

“Kadang kita tidak perlu terlalu lama bertanya anggarannya dari mana. Kalau memang untuk kebersamaan dan warga sepakat, secukupnya kita kumpulkan bersama, kekurangannya kita pikirkan bersama,” ujarnya.

 

Kalimat tersebut menjadi gambaran halus bahwa kemeriahan di tingkat masyarakat tidak selamanya harus bergantung pada dukungan dari luar. Ada kekuatan yang sering kali jauh lebih dekat, yakni partisipasi masyarakat itu sendiri.

 

Bukan Sekadar Suara yang Keras

 

Brewog Audio nantinya memang akan menjadi salah satu bagian yang mencuri perhatian dalam rombongan. Namun bagi Bolone Cak To, suara yang ingin disampaikan sebenarnya bukan hanya berasal dari deretan perangkat audio.

 

Ada suara tentang kerukunan, gotong royong dan masyarakat yang masih bersedia menyisihkan waktu maupun rezekinya untuk lingkungan tempat mereka tinggal.

 

Momentum Karnaval Selamatan Desa Sukodermo sekaligus Hari Jadi Kabupaten Pasuruan 2026 diharapkan menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus menjaga tradisi kebersamaan.

 

Cak Tohari berharap keikutsertaan RT 04/RW 04 dapat memberikan hiburan bagi masyarakat tanpa kehilangan esensi utama dari selamatan desa.

 

“Brewog Audio hanya bagian dari kemeriahannya. Yang kami harapkan setelah karnaval selesai adalah warga tetap guyub, silaturahmi semakin baik dan rasa memiliki terhadap desa semakin kuat,” pungkas Cak Tohari.

 

Pada akhirnya, apa yang dilakukan warga RT 04/RW 04 mungkin terlihat sederhana: bermusyawarah, menyisihkan sebagian rezeki, lalu bergerak bersama.

 

Namun dari cara sederhana itulah sebuah pesan muncul. Bahwa untuk ikut memeriahkan kampung sendiri, terkadang masyarakat tidak membutuhkan banyak hal.

 

Cukup ada kemauan, kebersamaan, dan keyakinan bahwa sesuatu yang terasa berat akan menjadi lebih ringan ketika ditanggung bersama.